Amalkan Tips Ini Supaya Zikir Yang Kita Baca Hari-Hari Beri Kesan Dalam Hidup Kita

Zikir memiliki keutamaan yang sangat besar yang bisa melindungi kita dari berbagai gangguan dan penyakit. Dengan berdzikir juga bisa mendapatkan manfaat dunia dan akhirat. Masalahnya kenapa kita biasa merutinkan zikir, misalnya zikir pagi dan petang namun tak juga berpengaruh pada diri kita.

Sudah melakukan berbagai zikir tapi musibah masih saja menghampiri kita. Apakah ada yang salah dari zikir kita? Syaikh Abdul Aziz bin Marzuq Ath-Tharifi menjelaskan, zikir mempunyai keutamaan beragam. Sampai-sampai Al-Hafiz Ibnu Qayyim menyebutkan sampai 64 keutamaan berzikir dalam kitabnya Al-Wabilush Shayyib.

Namun keutamaan zikir tersebut ada yang mendapatkan pengaruhnya ada pula yang tidak. Bagaimana cara agar zikir memiliki pengaruh dalam hidup kita?

Jawabannya, tergantung bagaimanakah cara ia membaca zikir dan tergantung sejauh mana ia menambatkan hatinya. Terkait dengan bacaan-bacaan zikir (istighfar), Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyatakan siapa yang membaca hanya di lisan saja atau tidak memahami maknanya, maka ia tidak mungkin mendapatkan seluruh faidah dari zikirnya. Karenanya siapa yang berpikir dengan cara yang benar dan Ia berpikir secara lahir dan batin, maka ia pasti akan mendapatkan apa yang dijanjikan.

Yang dimaksud keutamaan Istighfar adalah sebagaimana sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ

Barangsiapa mengucapkan dzikir sayyidul istighfar di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan lalu ia mati pada hari tersebut sebelum hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan lalu ia mati sebelum subuh, maka ia termasuk penghuni surga.” (Muttafaq alaih).

Adapun bacaan Sayyidul Istighfar adalah dengan membaca.

اللَّهُمَّ أنْتَ رَبّي لا إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ وأنا على عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ ما اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عليَّ وأبُوءُ بِذَنْبي فاغْفِرْ لي فإنَّهُ لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أنْتَ

“Allahumma anta rabbii laa ilaaha illa anta khalaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatha’tu a’uudzu bika min syarri ma shana’tu abuu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzanbii faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa ant(a)”

Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu, aku akan setia pada janjiku pada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku perbuat. Kuakui segala nikmat-Mu atasku dan aku akui segala dosaku (yang aku perbuat). Maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.

Zikir ini dibaca sekali setiap pagi dan petang dengan menghadirkan hati, menghayati, meyakini dan memahami maknanya. Hal ini juga berlaku dalam hal berbeda, doa yang dikabulkan hanyalah dari hati yang tidak lalai, Abu Hurairah menuturkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah pada Allah dalam keadaan yakin akan terkabul, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479, hadis ini Hasan menurut penilaian Al-Albani)

(Visited 558 times, 1 visits today)