Berhibur Pun Ada Batasnya, PU Amin Tegur Orang Yang Suka Prank Melampau

Isu prank sudah tentu menjadi satu perbahasan dikalangan warga net, lagi-lagi kebelakangan kecoh di media sosial tentang prank yang dilakukan terhadap seorang gadis.

Ramai yang memberi pandangan masing-masing tentang hal tersebut. Ada yang menyokong, ada yang membangkang perbuatan prank tersebut dan memandang perbuatan itu adalah satu perkara yang salah.

Pendakwah Da’i Wan Dazrin juga menyifatkan tindakan tersebut adalah tidak wajar hanya kerana ingin menguji kesetiaan pasangan masing-masing. Manakala pendakwah PU Amin menganggap budaya prank ini dilarang dalam Islam walaupun sekadar hiburan yang menarik orang untuk menontonnya.

“Budaya prank yang boleh menjatuhkan maruah dan air muka orang adalah dilarang di dalam agama Islam. Walau hanya lakonan dan sekadar menarik orang tengok ia tetap ditegah.

View this post on Instagram

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا.. . Nabi Muhammad Saw bersabda, permudahkan jangan menyusahkan, gembirakan jangan mendukacitakan.. . Prank yang ada unsur penipuan dan lakonan yang membawa kepada pergaduhan dan pertelingkahan hingga boleh terputusnya silaturrahim adalah sangat dilarang oleh agama kita. Jaga jaga dalam berhibur atau menghasilkan content di media sosial kita. Menakutkan orang dengan sesuatu yang direka reka adalah bencana yang sangat negatif. Pelihara diri kita semua dengan meninggalkan sesuatu yang tidak manfaat bagi kita.. . Ini pesan Rasulullah. Kalau nak jadi ummat yang terbaik jangan lah kita lakukan lagi. Berhentilah, memang kita kata itu kejutan tapi ia tetap dilarang dan bukan hiburan yang dibenarkan. Inshaallah semoga kita dapat fahami bersama. Saya hanya menyampaikan , terpulang pada semua untuk menerima dan menilai nya. ❤️ Salam Zulhijjah.

A post shared by PU Amin (@pencetusummah_amin) on

“Jangan mainkan perasaan orang lain. Nabi pesan nak berhibur jangan sampai berdusta. Semoga Allah jaga kita,” kata PU Amin pada entri yang dimuat naik di Instagramnya.

Menurut PU Amin, prank yang ada unsur penipuan dan lakonan yang membawa pergaduhan dan pertelingkahan sehingga boleh memutuskan silaturrahim adalah sangat dilarang dalam Islam.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا..

Nabi Muhammad Saw bersabda, permudahkan jangan menyusahkan, gembirakan jangan mendukacitakan.

“Jaga-jaga dalam berhibur atau menghasilkan content di media sosial kita. Menakutkan orang dengan sesuatu yang direka-reka adalah bencana yang sangat negatif. Pelihara diri kita semua dengan meninggalkan sesuatu yang tidak manfaat bagi kita.

“Ini pesan Rasulullah. Kalau nak jadi ummat yang terbaik janganlah kita lakukan lagi. Berhentilah, memang kita kata itu kejutan tapi ia tetap dilarang dan bukan hiburan yang dibenarkan. Inshaallah semoga kita dapat fahami bersama,” kata PU Amin lagi.

kredit zayan

Artikel Berkaitan   Hukum Menikahi Sepupu Menurut Islam...Ramai Yang Tak Tahu,Rugi Tak Baca